Kangen Makan Gado-Gado Legendaris

MAKANAN legendaris sebaiknya diwariskan. Agar ada keturunan yang meneruskan. Apalagi makanan tersebut sudah terkenal di mata masyarakat. Orang-orang akan sangat kehilangan jika makanan tersebut kini tinggal nama. Seandainya tidak punya keturunan. Turunkan resep, bumbu, dan racikan khasnya ke karyawan terpercaya. Biar karyawan tersebut meneruskan dengan merek sendiri atau menggunakan nama cabang.

Antara pusat dan cabang memang rasanya suka beda. Tapi dalam konteks makanan legendaris. Kehadiran cabang tentu diperlukan. Setidaknya agar konsumen lama tidak merasa kehilangan. Ketika mereka menginginkan makanan tersebut. Mereka masih bisa mencarinya. Mereka masih bisa mendapatkannya. Soal rasa mungkin bisa ditolerir. Yang teringat di kepala sebenarnya bukan lagi soal rasa. Tapi nostalgia dan ikatan emosional.

Kangen-Makan-Gado-Gado-Legendaris.jpg

Salah satu makanan legendaris tersebut adalah gado-gado. Dengan rasa yang cukup melegenda. Harusnya gado-gado tersebut jangan dibiarkan tinggal nama. Setahu saya banyak karyawan yang bisa dipercaya untuk meneruskan nama perusahaan. Banyak juga konsumen yang merindukan kehadirannya. Termasuk para artis yang sedang berlibur. Barangkali saat ini lagi pulang kampung. Dan ingin sekali mencicipi kuliner khas. Mereka pasti akan sangat kehilangan.

Gado-gado legendaris itu sayangnya tak bisa diselamatkan. Tak ada lagi yang meneruskan. Pun karyawan kepercayaannya yang berjumlah lima orang. Satu pun tak ada yang membuka usaha baik menggunakan merek sendiri atau menggunakan nama cabang. Padahal rasa gado-gadonya sangat melegenda. Menancap di lidah para pecinta kuliner. Jika kita ingin beli gado-gado yang rasanya enak. Yang terbayang di kepala pasti gado-gado legendaris.

Kangen-Makan-Gado-Gado-Legendaris.jpg

Sejak lapak jualannya dibeli oleh pemilik restoran. Penjual gado-gado tampak limbung. Lapak tersebut memang sangat terkenal. Sama terkenalnya dengan gado-gado. Kalau mau beli gado-gado orang-orang pasti ingatnya ke sana. Semenjak tempatnya beralih nama. Lapak gado-gadonya mendadak kehilangan kharisma. Terbukti saat penjual gado-gado menemukan tempat baru. Yang letaknya tidak jauh dari lapak yang dulu. Gado-gadonya seperti hidup segan mati tak mau.

Lokasi berjualan memang membawa hoki. Dan itu diakui oleh penjual gado-gado sendiri. Omzet penjualan di tempat yang dulu dengan tempat yang baru jauh banget. Dulu meski bangunannya biasa. Yang beli keluar masuk. Sementara di tempat yang baru. Meski bangunannya bagus. Pembeli bisa dihitung dengan jari. Tapi penjual gado-gado sepertinya orang baik. Pegawainya satu pun tak ada yang dikeluarin. Penjual gado-gado itu sepertinya punya prinsip: susah senang harus dinikmati bersama.

Sebenarnya ada penjual gado-gado di tempat lain. Tapi oleh pemiliknya terlalu dikomersilin. Harga perporsinya diluar batas. Padahal rasanya biasa-biasa saja. Jika dibandingkan dengan gado-gado legendaris. Rasanya seperti guru dengan murid. Saya pernah beli 1-2 kali di sana. Cuma untuk menghilangkan rasa penasaran saja. Buat saya gado-gado legendaris tidak bisa tergantikan. Selain rasanya enak. Begitu membekas di lidah. Kenangan-kenangan indahnya juga banyak.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url