Lagu Dirimu Satu yang Kumau Stinky, Pernah Membuat Kita Terjerat

MANA kasetku? Kalimat itu tiba-tiba melintas di kepala saat saya sedang memutar lagu Stinky yang berjudul "Dirimu Satu yang Kumau". Kalimat itu, belasan tahun silam, adalah kalimat tertajam yang saya dengar dari seorang perempuan yang pernah dekat dengan saya sebelum kita berpisah karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

Begitu sulit saya mengembalikan kaset Stinky miliknya yang saya pinjam karena ketiadaan kendaraan. Begitu merasa bersalahnya saya menyimpan terlalu lama kaset kesukaannya padahal kita tidak terikat hubungan apa-apa. Seandainya kita berpacaran, kaset itu akan menjadi saksi perjalanan dua insan yang awalnya tidak saling kenal tiba-tiba duduk berdampingan di jok belakang.

Lagu-Dirimu-Satu-yang-Kumau-Stinky-Pernah-Membuat-Kita-Terjerat.jpg

Pada akhirnya, dengan berbagai perjuangan, kaset Stinky bersampul biru itu saya kembalikan utuh ke pemiliknya langsung di rumahnya sambil meminta maaf jika selama ini saya ada salah. Saat itu, peluang untuk jadian sebenarnya sangat terbuka. Dia menanyakan kasetnya bukan karena marah dan kecewa, tapi sekedar alasan biar saya sering main ke rumahnya.

Namun, lagi-lagi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, hubungan kita tidak bisa diteruskan. Saya dengan dia bisa jalan-jalan, makan-makan, keliling kota malam-malam, kalau teman dia dengan teman saya baikan. Saya dengan dia bisa lanjut pacaran kalau teman dia dengan teman saya juga pacaran. Tapi kenyataannya teman dia dan teman saya sudah berbeda pilihan. Mereka sudah tidak bisa dipersatukan.

Lagu-Dirimu-Satu-yang-Kumau-Stinky-Pernah-Membuat-Kita-Terjerat.jpg

Setelah mengembalikan kaset Stinky itu. Saya dengan dia akhirnya berpisah secara baik-baik. Tidak ada rasa benci dan dendam diantara kita. Apa yang pernah kita alami. Suka duka, pahit manis, saat jalan berdua. Saat makan bakso satu meja. Saya anggap bagian dari keajaiban Tuhan yang patut saya kenang. Buktinya, saya masih mau meluangkan waktu menulis secuil kisah tentang dirinya.

Saya sendiri heran. Kenapa tiba-tiba saya teringat akan dirinya. Padahal saya mamutar lagu Stinky tidak full. Mungkin disitulah letak kekuatan sebuah lagu. Lagu akan membangkitkan hasrat, mengembalikan kenangan, sekaligus membangunkan ingatan yang sudah lama terpendam, bila lagu tersebut memiliki kesan di hati.

Sebelum mengakhiri tulisan ini. Beberapa waktu yang lalu, saya pernah ketemu dia di Mall. Karena sudah lama nggak ketemu. Dia sudah tidak mengenali saya lagi. Meski pun kita saling berpapasan. Saya tidak berusaha untuk menyapanya. Saya takut dia lupa. Takut dikira saya sok kenal, sok dekat. Atau bisa saja saya dikira orang jahat. Padahal, lagu "Dirimu Satu yang Kumau" Stinky pernah membuat kita terjerat.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url